Diskon!

Perjalanan Para Ulama Menuntut Ilmu

Rp 42.000

SKU: perjalanan ulama menuntut ilmu Kategori:

Deskripsi

Buku Perjalanan Para Ulama Menuntut Ilmu
Oleh: Syaikh Abu Anas Majid al-Bankani, Penerbit Darul Falah
Upaya besar dalam menjaga agama ini ialah dengan cara menuntut ilmu, dahulu para ulama melakukan sekian perjalanan (rihlah) dalam rangka mencarinya. Menurut al-Ustadz Khalid Syamhudi, Lc: “Di antara perhatian dan usaha para ulama dalam menjaga Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan bepergian, melakukan perjalanan untuk mengumpulkan hadits (rihlah fï thalabi al-hadits). Mereka mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengumpulkan hadits dan sanad-sanadnya hingga bepergian yang menempuh jarak sangat jauh dengan tingkat kesulitan sedemikian besar. Rihlah ini sudah menjadi tradisi mereka dalam menuntut ilmu dan memiliki pangaruh sangat besar dalam penyebaran hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memperbanyak jalur periwayatannya. Demikian juga memiliki pengaruh baik dalam mengenal para perawi secara sangat detail dan mendalam, sebab seorang muhaddits yang pergi ke suatu negeri lalu mengenal ulama di negeri itu, ia akan berbicara dan bertanya kepadanya. Demikian juga, rihlah telah dapat membongkar pemalsu hadits dan menghilangkan banyak hadits palsu yang ada pada umat, sehingga umat terlepas dari musibah dan penyimpangan agama. Maka sangat pantas bila Ibrahim bin A’dham menyatakan, Allah telah menghilangkan musibah dari umat ini dengan rihlahnya ash-habul-hadits.” (Sebagaimana yang beliau kutip dari Tadwin as-Sunnah an-Nabawiyah, Nasy’atuhu wa Tathawwuruhu, hlm. 44 dan 50)
Semangat Para Ulama Dalam Rihlah
Abu AD-Darda radhiyallahu’anhu mengatakan, “Seandainya saya mendapatkan satu ayat dari al-Qur’an yang tidak saya pahami dan tidak ada seorang pun yang bisa mengajarkannya kecuali orang yang berada di Barkul Ghamad (yang jaraknya 5 malam perjalanan dari Mekkah), niscaya aku akan menjumpainya”.
Sa’id bin al-Musayyab juga mengatakan, “Saya terbiasa melakukan rihlah berhari-hari untuk mendapatkan satu hadits.” (al-Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, 9/100)
Ibnul Jauzi menceritakan, “Imam Ahmad bin Hanbal sudah mengelilingi dunia sebanyak 2 kali hingga ia bisa menulis kitab al-Musnad.” (al-Jarh Wat Ta’dil, Ibnu Abi Hatim)
Imam Baqi bin Makhlad melakukan rihlah dua kali: dari Mesir ke Syam (sekitar Suriah) dan dari Hijaz (sekitar Mekkah) ke Baghdad (Irak) untuk menuntut ilmu agama. Rihlah pertama selama 14 tahun dan yang kedua selama 20 tahun berturut-turut.

Informasi tambahan

Sampul

Hardcover

Jumlah Halaman

296 Hal.

Penerbit

Darul Falah

Ukuran

14 x 20,5 cm

Penulis

Abu Anas Majid Al-Bankani