Deskripsi
Cinta, suatu ungkapan yang sudah semestinya memiliki makna indah, namun perlu menjadi perhatian, bahwa ia justru bisa menjelma menjadi makna sebaliknya; ketika yang seharusnya “cinta” adalah sebagai penopang demi meraih kebahagiaan hakiki, justru ia yang merenggut kebahagiaan, alih-alih menjadi sebab menuju keselamatan, ia malah menjerumuskan kepada lubang kebinasaan; ya, benar saja itu semua bisa terjadi, yakni ketika “cinta” tidak pada kedudukan semestinya, tidak berbalut ilmu namun berbalut syahwat dan syubhat, tidak beriringan dengan akal sehat, juga ketika pelaku cinta telah berlebihan dalam menyelaminya, sehingga dia “dimabuk cinta”…
Dan pula, “cinta” dapat menghantarkan kepada kesyirikan dan kekufuran, di kala cinta bukan hadir karena mengharap rida Sang Khaliq bahkan ia berbenturan dengan ketaatan kepada-Nya. Hai, hai yang “dimabuk cinta” kapankah akan tersadar?!






Tanya Jawab Seputar Tauhid
Ayo Shalat Berjamaah
Begini Seharusnya Berdakwah
Wahai Adik-adik Cintailah Orang Tuamu
Neraca Kehidupan
Ulasan
Belum ada ulasan.