Deskripsi
Ummi…
Ketika Aku melihatmu
Entah kenapa terpancar dari wajah teduhmu ketenangan
Terbesit dari balik senyummu keindahan
Dan terasa lebih indah jika aku ceritakan semua ini
Pada bintang yang berkilauan…
Ummi…
Izinkanlah aku menangis
Jika air matamu menangis
Jika air matamu terjatuh karena kedurhakaanku
Kedua tanganmu memelukku karena kerinduanmu padaku
Bibir dan lisanmu yang kau basahi dengan
DZIKIR
dan doa
Demi mengharapkan keshalihan agama dan akhlakku
Ummi…
Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang
Dan terasa akan berhenti..
Saraf dalam tubuhku mulai merasakan sakit yang tidak akan terobati
Denyut nafas dalam jiwaku mulai terasa berhenti
Maka, hanya kalimat maaf yang masih terlantun lembut
Dari lubuk hati kecilku..
Buku diatas adalah seuntai risalah cinta yang ditulis oleh seorang pemuda belia penggembala kambing. Berisi untaian kata-kata penuh hikmah sarat makna, mengajak kita untuk memahami betapa mulianya kedua orang tua. Maka jangan sampai air matanya mengalir karena kedurhakaan kita. Imam Abu Hanifah Rahimahullah pernah berkata, “Demi Allah bukanlah pukulan cambuk yang menyakitkanku, akan tetapi cucuran air mata ibundaku yang membuat hatiku terluka.” Segera seka air matanya dan buatlah ia bahagia!






Mereka Adalah Para Shahabiyat (kisah Wanitateladan)
Ada Apa dengan Riba?
Mengenal Pribadi Agung Nabi Muhammad
Wisata Ke Surga
Bersemilah Ramadhan
Kitab Tauhid Jilid 1
Raport Merah Yahudi Sepanjang Sejarah
Wahai Adik-adik Cintailah Orang Tuamu
PENGOBATAN CARA NABI TERHADAP KESURUPAN SIHIR DA
Air Mata Taubat
Neraca Kehidupan
Sehari Di Kediaman Rasulullah
40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga
Wasiat Perpisahan Wasiat Rasulullah Kepada Umat
Paket Wanita Penghuni Surga 1 - Pq
Mencetak Hafidz Cilik Meniti Jejak La Ode Musa
Taubat Dari Utang Riba Dan Solusinya
Rukun Islam (anak)