Deskripsi
Product Description
Judul : Mengikuti Ajaran Nabi Bukanlah Teroris
Kode Buku : MANBT
Ukuran : 12 x 16 cm
Jumlah halaman : 128 Halaman
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Sebenarnya, Islam sama sekali tidak menyetujui dan tidak mengajarkan terorisme, bahkan terorisme bukan monopoli Islam. Ada Kristen, ada Budah, ada Hindu, ada Yahudi, yang melakukan pemboman sejak puluhan tahun silam. Sedangkan Islam sendiri sudah jauh hari melarang berbagai bentuk teror dan menakut-nakuti orang.
Perlu dipahami bahwa orang yang bercadar, bercelana cingkrang dan berjenggot, tidak identik dengan teroris. Karena yang menjalankan ajaran tersebut hanya mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan beliau pun keadaannya seperti itu. Jika tahu demikian, berarti ajaran tersebut tak boleh dicela dan dicemooh. Kata-kata celaan dan cemoohan pada ajaran tadi bahkan bisa mengantarkan pada kekafiran.
Namun bukan berarti dengan adanya cemoohan, jadi patah semangat untuk menjalankan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memang sudah menjadi sunnatullah, orang yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapat cobaan dan cibiran, sehingga butuh kesabaran. Orang yang berpeang teguh dengan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memang sungguh berat cobaannya, bagai orang yang menggenggam bara api.
Bagus sekali jika anda memiliki buku ini, untuk memahami pemahaman yang keliru mengenai cadar, jenggot dan celana di atas mata kaki, disertai dengan motivasi untuk terus istiqamah dalam menjalankan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.






Amanah Yang Tertunda
Rukun Islam (anak)
Tuntunan Praktis Fiqih Wanita
Wahai Muslim Inilah Akidahmu
Karomah Negeri Yaman
Takwa Jalan Menuju Sukses Abadi
Ummu Salamah
Kamus Bahasa Arab Untuk Pemula
Air Mata Taubat
Speaker Murattal New Mumayyaz
Wahai Anakku Inilah Kunci Kebahagiaan Dan Keselamatanmu
Tuntunan Hafalan Juz 29
Mereka Adalah Para Shahabiyat (kisah Wanitateladan)
Saku: Traveling Bernilai Ibadah
Syarah Fadhlul Islam Kesempurnaan Dan Keagungan Islam
Wali Allah Ataukah Wali Syaitan ?