Deskripsi
HADITS-HADITS DHA’IF DAN MAUDHU’ (2 Jilid)
Oleh: Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan
Bagi Anda pecinta ilmu hadits, inilah karya unggulan dari da’i Indonesia yang sudah beberapa kali cetak dan revisi, dengan harapan karya yang disajikan otentik. Ketahuilah … betapa rusak dan batilnya hadits-hadits dha’if dan maudhu’. Kerusakannya merata pada umat bagi agama dan dunia mereka.
Jika ada orang yang bertanya: Kenapakah hadits-hadits dha’if dan maudhu’ begitu banyak beredar dari mulut ke mulut, dari mimbar ke mimbar, dari majelis ke majelis, dari tulisan ke tulisan yang lain dan kita mengamalkannya?
Maka jawablah: Jawabannya dari beberapa sisi:
Sisi yang pertama: Kejahilan yang merata terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali sedikit di antara mereka.
Sisi yang kedua: Ketidakpedulian yang merata terhadap hadits-hadits yang shah kecuali sedikit di antara mereka.
Sisi yang ketiga: Hadits-hadits dha’if dan maudhu’ itu menjadi salah satu pegangan yang sangat mendasar sekali bagi ahlul bid’ah demi menyebarkan bid’ah-bid’ah mereka.
Sisi yang keempat: Sebaliknya, adanya penolakan secara besar-besaran terhadap hadits-hadits yang shah dari ahlul bid’ah dan yang terkena syubhat mereka yang kemudian diikuti oleh orang-orang awam. Salah satu contohnya ialah saudara Quraish Shihab dalam kitabnya ‘Membumikan al-Qur’an’ yang telah mengatakan tentang hadits ‘Di manakah Allah?’ Pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada seorang budak perempuan, bukan hadits!?! Dan ia mengatakan bahwa hadits perpecahan umat menjadi 73 golongan (72 golongan masuk Surga, sedangkan yang satu golongan yang masuk Neraka) inilah yang shah!?! Sedangkan hadits yang shahih mutawatir atau sekurang-kurangnya masyhur tentang perpecahan umat; 72 golongan masuk ke Neraka dan satu golongan yang selamat (Firqah Najiyah yang masuk Surga) dikatakan tidak shah?!? Memang sangat aneh orang yang jahil terhadap sunnah ini atau orang yang miskin akan tetapi sombong.
Sisi yang ke lima: Maraji’ (tempat pengambilan) atau pegangan atau bacaannya para da’i secara khusus ghalibnya dan umumnya kaum muslimin dari kitab-kitab yang dipenuhi dengan hadits-hadits dha’if, sangat dha’if, maudhu’ dan tidak ada asalnya seperti kitab Ihya’ nya al-Ghazali dan kitab Fadha’ilul A’malnya Jama’ah Tabligh dan banyak sekali.
Sisi yang keenam: Sebaliknya, mereka pun membaca kitab-kitab dari ahlul bid’ah yang menolak hadits-hadits shahih dan membenarkan hadits-hadits palsu yang menjadi pegangan ahlul bid’ah.
Harga Buku Rp 220.0000, Belum Termasuk Ongkos kirim.
Buku Hadits-Hadits Dhaif Dan Maudhu 2 Jilid Penerbit Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Buku cetak edisi hardcover, tebal buku jilid 1 492 halaman, tebal buku jilid 2 435 jilid 2 halaman, ukuran buku 16,5 x 24,5 cm, dan dengan berat 1493 gram. Penulis: Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit: Maktaba Mu’awiyah







55 Wasiat Nabi
Gila Baca Ala Ulama
Syarah Umdatul Ahkam
40 Nasihat Memperbaiki Rumah Tangga
Saku Terjemah Bulughul Maram Satu Set Lengkap (4 Buku)
SORBAN YAS MEEN - ARIFAT
Neraca Kehidupan
Sehari Di Kediaman Rasulullah
Ringkasan 10 Pembatal Keislaman
Hiwari Kamus Percakapan Bahasa Arab
Kesaksian Seorang Dokter
Bersemilah Ramadhan
Kitab Tauhid Jilid 3
Kesalahan Umum Dalam Sholat Lengkap Dengan Koreksinya
Tata Cara Shalat & Wudhu Nabi (anak)
101 Cara Mudah Mendidik Keluarga
Paket Wanita Penghuni Surga 1 - Pq
Dahsyatnya Adzab Neraka
Ya Allah Ampuni Aku
Riba Dan Tinjauan Kritis Perbankan Syari'ah
Air Mata Taubat
Syarah Fadhlul Islam Kesempurnaan Dan Keagungan Islam
Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
Mudah Menghafal 100 Hadits
66 Muslimah Pengukir Sejarah
Mengupas Gerakan Modernisasi Liberalisme Dan Westernisasi Ajaran Islam
Wahai Adik-adik Cintailah Orang Tuamu
Kumpulan Kisah Dalam Shahih Bukhori
Biografi Imam Ahmad
Khasiat Kurma
Rukun Islam (anak)
Zakat & Cara Praktis Menghitungnya
Peci Mesir Kain Lipat - Navy Green
Jawaban 3 Pertanyaan Kubur
Memelihara Ikatan Ukhuwah
Sehat Dengan Siwak
Kisah Haru Yang Mengundang Tangis
Ada Apa dengan Riba?
Hafalan Buyar Tanda Tak Pintar
Intisari Arbain An-nawawi