Deskripsi
Bagaimanakah seharusnya seorang muslim bersikap terhada segala bentuk pengobatan dan metode alami yang sering dianggap benar dan di klaim lebih “Islami”?
Benarkah metode ini lebih “Islami” dan lebih tepat untuk dipilih?
Apakah Islam memiliki metode untuk menimbang setiap klaim yang disampaikan berkaitan dengan masalah agama dan kesehatan?
Sinopsis Ringkas:
Buku ini disusun karena keprihatinan ketika melihat sebagian orang yang mencoba menghubung-hubungkan ajaran atau tuntunan Islam dengan sains (ilmu pengetahuan), padahal sebenarnya sangat jauh dari fakta sains yang sebenarnya. Sebagian orang awam menjadi terkagum-kagum, karena begitu “dahsyatnya” pemaparan sesuati yang berlabel “Islami” ketika dihubungkan dengan sains terkini. Padahal, yang dipaparkan itu hanyalah berdasarkan opini dan pendapat pribadi, sehingga konsekuensinya bisa jadi berbahaya bagi islam itu sendiri, dan juga masyarakat muslim.
Yang berkecimpung di dunia sains, terutama di bidang kedokteran dan kesehatan, kita tahu berapa banyak dan berapa lama penelitian yang dibutuhkan untuk mengatakan bahwa suatu bentuk intervensi benar-benar terbukti bermanfaat, dan aman untuk manusia. Kita tahu, misalnya, berapa lama penelitian kandidat vaksin dibutuhkan sampai kita bisa memanfaatkan produknya.
Jika dalam agama kita belajar membedakan manakah hadits yang shahih dan dha’if, sejatinya hal itu adalah upaya menjaga “evidence” (bukti) agar setiap klaim kita tentang agama didukung bukti, dalil, atau “evidence” yang shahih. Inilah yang dipelajari dalam ilmu hadits. Ada hadits shahih yang mencapai derajat mutawatir, hadits shahih yang yang tidak mencapai derajat mutawatir, hadits hasan, hadits dha’if, hadits maudhu’, dan sebagainya. Inilah “level of evidence” yang dipelajari dalam ilmu hadits. Evidance yang shahih pun belum cukup, tetapi harus didukung pula oleh kaidah “istidlal” (metode berdalil) yang benar. Inilah yang dipelajari dalam ilmu ushul fiqh. Metode-metode ini dirumuskan oleh para ulama untuk menjaga kemurnian agama Islam.
Begitu pula dalam sains kesehatan (biomedis). Ada “level of evidence” dari tingkat paling tinggi (level I) ke tingkat paling rendah (level V). Hal ini untuk menjaga agar setiap klaim yang kita sampaikan adalah didukung fakta penelitian yang kuat, bukan sekedar interpretasi apalagi opini pribadi. Bukan pula asal comot ayat Al-Qur’an, hadits, lalu dihubung-hubungkan dengan “fakta sains” yang belum tentu fakta. Karena bisa jadi masih berupa dugaan, teori, atau hipotesis. Karena jika ternyata keliru, maka fatal akibatnya, karena masyarakat bisa jadi kemudian meragukan kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Mari berpikir kritis, saudaraku.. Jangan mudah berdecak kagum dengan pemaparan sains yang seolah-olah “Islami”.






Ilmu Nahwu Praktis Sistem Belajar 40 Jam
Mendulang Pahala Di Kala Safar
Mulia Dengan Manhaj Salaf
Kisah-kisah Mengerikan Di Padang Mahsyar
Dosa-dosa Yang Sering Tidak Disadari Kaum Wanita
Mudah Menghafal 100 Hadits
Tazkiyatun Nafs ( Penyucian Jiwa )
Kamus Bahasa Arab Untuk Pemula
NIQAB PONI 105 CM G_SAD
Kamus Arab Indonesia Sehari Hari
Kesalahan Umum Dalam Sholat Lengkap Dengan Koreksinya
Saku: Traveling Bernilai Ibadah
Wasiat Nabi Kepada Ibnu Abbas
Berkah Bangun Pagi
Kumpulan Kisah Dalam Shahih Bukhori
Kitab Tauhid Jilid 3
Madu Hitam Pahit Plus Propolis Ar-rohmah
Vonis Kafir Dalam Timbangan Islam
Musa Bin Nushair &thariq Bin Ziyad
Ruqyah Jin Sihir Dan Terapinya
SARI KURMA AZ-ZAHRA PLATINUM
Madu Turun Panas Anak Syifa Kids Turpan
Neraca Kehidupan
Hadits Lemah Dan Palsu Yang Populer Di Indonesia
Wahai Muslim Inilah Akidahmu
Taisirul Karimir Rahman Fi Tafsiri Kalamil Mannan
Al Quran Al Wafa A7 Resleting
Jangan Biarkan Air Mata Ibu Berlinang
Madu Tasnim Visina
Rompi Shalat Hoodie
Riba Dan Tinjauan Kritis Perbankan Syariah
101 Cara Mudah Mendidik Keluarga
Profil Mukmin Yang Dicintai Allah
Madu Penyubur Pria
Hukum Jual Beli
Sabun Herbal Sirih Al Ghuroba
66 Muslimah Pengukir Sejarah
Rahasia Qiyamul Lail
Wisata Ke Surga
Jawaban 3 Pertanyaan Kubur
Kitab Tauhid Jilid 1
Tuntunan Manasik Haji & Umrah
Mukhtasar Minhajul Qashidin
Biografi 60 Ulama Ahlussunnah
Madu Nutrisi Asi For Mama
PENGOBATAN CARA NABI TERHADAP KESURUPAN SIHIR DA
Air Mata Taubat
Syarah Fadhlul Islam Kesempurnaan Dan Keagungan Islam